Berita TerkiniInformasiPendidikan

Dirikan Pusat Belajar Guru, Kaltara Siapkan 32 Orang Guru Inti

TARAKAN – Sebanyak 32 orang calon guru inti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara mengikuti pelatihan Teacher Learning Center (TLC) yang dilaksanakan di Hotel Harmonis Kota Tarakan mulai tanggal 20-22 Nopember 2019. Kegiatan ini merupakan salah satu dari sekian tahapan pelatihan yang diberikan kepada calon guru inti dalam rangka pendirian TLC kerjasama Pemerintah Provinsi Kaltara dengan Putra Sampoerna Foundation.

“Program ini diikuti 32 orang calon guru inti yang sudah terseleksi oleh Putra Sampoerna Foundation. Sehingga kegiatan ini berisi tentang penyiapan modul yang nantinya akan digunakan untuk pelatihan guru se-Kaltara,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan Disdikbud Provinsi Kaltara Ahmad Muthohar.

Sebelum pusat belajar guru berdiri, guru inti yang akan menjadi pengajar disiapkan untuk menyusun modul sebagai dasar dan pedoman memberikan pelatihan. Calon guru inti yang disiapkan Disdikbud Kaltara sebelumnya sudah mengikuti pelatihan Master Teacher tingkat dasar 1.

“Guru yang sudah terseleksi sama Putra Sampoerna Foundation dilatih sebagai guru inti atau Master Teacher, sekarang ini penyusunan modul. Sebelumnya proses seleksi yang diikuti hampir 62 orang guru hingga menyisakan 32 orang untuk disiapkan menjadi tenaga guru inti di Kaltara,” katanya.

Program Master Teacher tahapannya cukup panjang. Persiapan pendirian TLC membutuhkan waktu 2 tahun kerjasama Pemprov Kaltara dengan Putra Sampoerna Foundation.

“Persiapan memakan waktu 2 tahun sehingga semua perangkat manajemen guru inti sampai desain siap. Setelah semuanya siap baru nanti bisa dinyatakan resmi ada pusat belajar guru,” jelasnya.

 

Disdikbud Kaltara punya cita-cita besar mendirikan pusat belajar guru. Tujuannya supaya pelatihan peningkatan mutu kapasitas dan profesional guru Kaltara bisa lebih masif dan efisien karena guru inti dan belajarnya ada di Kaltara.

“Adanya pusat belajar guru membuat pelatihan guru bisa sesering mungkin dilaksanakan dan guru semakin profesional. Selama ini pelatihan guru hanya berpangku kepada program-program yang ada di dinas dan Kementerian itu pun belum cukup,” terangnya.

Peningkatan mutu guru itemnya cukup banyak mulai dari pelatihan tentang kepala sekolah, pengawas dan tentang guru itu sendiri. Guru inti nantinya harus bisa menguasai seluruh model pembelajaran atau peningkatan mutu guru diberbagai mata pelajaran.

“Targetnya kedepan mutu pendidikan meningkat di Kaltara. Capaiannya hasil Ujian Nasional meningkat minimal masuk 10 besar di Provinsi se-Indonesia sekarang Kaltara masih ada diperingkat 18 dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Akreditasi sekolah SMA, SMK dan SLB minimal B,” tutupnya. (spo/aii)

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Live Chat

)
    is typing...

    Fill in the form below to send us a message.

    Kirim Pesan Cancel
    Close